Disdik OKU Panggil Kepsek Terkait Dugaan Pungli Perpisahan - berita online| berita lampung barat| berita lampung

Breaking

berita online| berita lampung barat| berita lampung

berita online, berita lampung barat, berita lampung, berita terupdate

test banner

via wa

Senin, 21 Mei 2018

Disdik OKU Panggil Kepsek Terkait Dugaan Pungli Perpisahan

IMG-20180521-WA0058
Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan

Kejarfakta.com, Baturaja OKU- Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan memanggil Kepala SD Negeri 3 OKU terkait masalah dugaan pungutan liar (pungli) dengan modus untuk biaya perpisahan.

Pungli tersebut dibantah oleh pihak sekolah dengan alasan uang sumbangan untuk pembelian kado sebagai bentuk kenang-kenangan kepada para Guru di SD Negeri 3 OKU.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKU melalui Kabid Pembinaan Sekolah Dasar Subri mengatakan, pihaknya telah memanggil Kepala SD Negeri 3 OKU Nilawati, termasuk komite sekolah terkait aduan masyarakat.

Pemanggilan itu, kata dia, untuk meminta penjelasan apakah memang ada pihak sekolah melakukan pungli kepada wali murid dengan modus perpisahan.

“Setelah kita panggil ternyata ada sumbangan sebesar Rp 100 ribu per murid, dan uang itu akan dibelikan kado sebagai bentuk kenang-kenangan kepada Guru,” kata Subri, kepada Harian Fajar Sumatera  ketika dimintai konfirmasi, Senin (21/5/2018).

Menurut Subri, kasus dugaan pungli tersebut bukan murni dilakukan pihak sekolah, uang itu merupakan  sumbangan dari wali murid untuk dibelikan kado sebagai kenang-kenangan. Mengingat selama 6 tahun murid-murid itu diajar dan di didik oleh guru. Setelah mereka tamat, ada inisiatif dari pihak sekolah bersama komite mengadakan perpisahan mengumpulkan uang dengan cara sumbangan untuk membeli cendera mata kenang-kenangan.

“Sumbangan itupun telah disepakati oleh wali murid hingga terkumpul uang jutaan rupiah. Tapi ada juga wali murid yang menolak untuk memberikan sumbangan,” imbuhnya.

“Iya, dikarenakan bukan kesalahan berat, masalah ini hanya kita berikan teguran lisan,” tambahnya.

Subri juga mengingatkan kepada seluruh sekolah yang ada di Baturaja untuk tidak melakukan pungli kepada wali murid.

“Kita minta pihak sekolah tidak melakukan pungli dalam bentuk apapun,” tegas dia.

Dia berharap kedepan tidak terjadi lagi kasus seperti ini.

Sementara itu Kepala SD Negeri 3 OKU Nilawati membantah uang tersebut merupakan pungli.

“Itu bukan pungli melainkan sumbangan beli kado sebagai kenang-kenangan untuk guru,” kilahnya.


Reporter  : Rudi Hartono
Editor      : Eko.S

Tidak ada komentar:

Posting Komentar