Kementerian Kesehatan apresiasi adanya kolaborasi Lintas Sektoral Yang Dilakukan Oleh Tim Teknis STBM,
Kejarfakta.com Pringsewu- Kementerian Kesehatan apresiasi adanya kolaborasi lintas sektoral yang dilakukan oleh tim teknis STBM, bersama industrial sektor serta masyarakat Kabupaten Pringsewu. Hal tersebut dijelaskan Dirjen Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI dr.Imran Agus Nurali, Sp.K.O, dalam acara deklarasi Open Defecation Free (ODF) Senin 14/5.
Menurutnya, komitmen pemerintah daerah yang besar merupakan kunci keberhasilan STBM ketika setiap individu dalam suatu komunitas tidak lagi melakukan perilaku buang air besar sembarangan yang berpotensi menyebarkan berbagai penyakit. "Komitmen pemerintah daerah ini dapat ditunjukan dengan alokasi anggaran APBD untuk program sanitasi, khususnya kegiatan pemicuan masyarakat.
Hal ini menjadi penting karena paradigma yang dibangun oleh STBM mengedepankan pembangunan sanitasi berbasis partisipasi dan pemberdayaan masyarakat, bukan pembangunan berbasis konstruksi dan subsidi," ujarnya.
Imran juga berterima kasih kepada SNV yang selama ini melakukan pendampingan kepada Kabupaten Pringsewu dalam rangka mencapai STBM atau Kabupaten Pringsewu ODF.
Pada sesi Press Conference, Direktur Eksekutif AKKOPSI Josrizal Zain mengatakan kegiatan Advocacy Horizontal Learning (AHL) yang kali ini digelar di Pringsewu dengan dirangkai deklarasi ODF tersebut, merupakan kegiatan rutin AKKOPSI yang saat ini beranggotakan 485 bupati dan walikota, dalam rangka mempercepat penyebaran praktik dan pembelajaran bagi kepala daerah dan pelaku kunci yang peduli untuk mengupayakan pencapaian universal access di daerahnya.
"Biasanya daerah-daerah yang berhasil mencapai 100% ODF adalah Kota. Tetapi Kabupaten Pringsewu ternyata dapat mencapai target. Ini adalah berkat kepemimpinan Bapak Sujadi yang juga merupakan salah satu pengurus AKKOPSI, yakni bidang pemberdayaan dan penguatan kapasitas," kata mantan Walikota Payakumbuh tersebut.
Wash Advisor V4CP SNV Bambang Pujiatmoko mengatakan keberhasilan Kabupaten Pringsewu menuntaskan persoalan sanitasi dasar dengan pencapaian 100% akses jamban sehat merupakan kontribusi nyata dalam upaya pencapaian target universal (universal access) di Provinsi Lampung dan berkontribusi pada target nasional, yang dikenal dengan 100-0100, yakni 100% akses sanitasi, 0% kawasan kumuh, dan 100% akses air minum.
Wakil Bupati Pringsewu Dr.Hi.Fauzi, S.E., M.Kom., Akt., C.A., sebagai Ketua Satgas Gebrak ODF Kabupaten Pringsewu dalam kesempatan tersebut menambahkan dalam rangka mensukseskan serta mengejar target ODF 100%, pihaknya bekerjasama dengan menggandeng sejumlah pihak diantaranya aparat kepolisian dan TNI, serta Kementerian Agama beserta tokoh agama dan masyarakat.
"Bahkan melalui khotbah Jumat, juga disampaikan mengenai ODF dan jihat sanitasi ini," ujarnya.
Seusai pendeklarasian ODF, digelar kegiatan Advocacy Horizontal Learning (AHL) di aula utama kantor sekretariat Pemkab Pringsewu, yang diikuti anggota Asosiasi Kabupaten dan Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI). Acara diakhiri dengan peresmian Tugu ODF di Pekon Pujiharjo, Kecamatan Pagelaran.(izal.Kejarfakta.com)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar