Kejarfakta.com, Lambar- Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Lampung Barat (Lambar), mengadakan musyawarah terkait dengan adanya bom yang terjadi di Surabaya Jawa Timur di Kediaman Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lambar, Senin (14/05/18) malam.
Hadir pada acara musyawarah tersebut, Jafar Shodiq Ketua MUI Lambar, Simanjutak ketua Umat Nasrani Lambar, Eko ketua umat beragama Hindu, Hendrik ketua umat beragama budha, Romo Bovan ketua umat beragama Khatolik, Kamanalu pendeta dari katolik, Niki Darto pendeta dari Kristen Protestan, Miftahur Suhur dari departemen Agama kabupaten Lambar, Radit ketua Banser kabupaten Lambar dan Iin Gusanto ketua Ansor kabupaten Lambar.
Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Lambar, Ky.H.Jafar shodiq mengatakan, adanya bom di Surabaya itu adalah bukan dari orang muslim atau Islam, namun itu adalah kriminal yang beridentitaskan Islam.
“Saya sebagai ketua MUI Lambar turut prihatin dengan telah terjadinya Bom di surabaya dan sidoharjo jawa timur dan kami dari agama Islam di indoneaia ini tidak pernah mempunyai ajaran tentang Teroris dan Radikalisme tersebut,” ujarnya.
Dari kejadian tersebut kata Jafar, kami umat islam yang sebagai tertuduh menyampaikan kepada ketua umat beragama yang ada di Lambar, bahwa kejadian tersebut itu sudah di luar kontek kami sebagai umat islam di indonesia, apa lagi di kabupaten lambar.
“Dari kejadian tersebut saya sebagai ketua MUI Kabupaten Lambar dengan sengaja memangil seluruh pimpinan umat beragama dengan secara spontanitas untuk berkumpul di kediaman saya ini, dikarenakan ketua FKUB kita sampai dengan saat ini belum menerima SK sebagai ketua FKUB Lambar,” terangnya.
Jafar Sodiq menyampaikan, pihaknya menawarkan kepada ketua lintas agama kabupaten Lambar, apabila ada kegiatan keagamaan, pihaknya mempunyai anggota Banser dan Ansor sebanyak 5000 - 7000 orang. “Nah harapan saya apabila ada kegiatan kami siap untuk menempatkan beberapa orang personil-personil kami di tempat- tempat kegiatan keagamaan tersebut,” ungkapnya.
Sementara ketua Nasrani Kabupaten Lambar, Simanjuntak menyampaikan, sebagai ketua umat Nasrani Lambar, bisa mengerti tentang apa yang di sampaikan ketua MUI Lambar, dan kami meyakini bahwa kejadian tersebut adalah kriminal murni.
“Untuk kegiatan-kegiatan FKUB saya berharap agar selalu kita laksanakan dan kita tunjukan di kabupaten Lambar, dan bisa menjadi contoh dari kabupaten lain di Provinsi Lampung,” tutupnya. (*)







Tidak ada komentar:
Posting Komentar