Begini Cerita Penulisaan Alquran Ukuran Besar Yang Tersimpan Rapi di Majlis Ta'lim Alhikmah, Cigading Kota Cilegon - berita online| berita lampung barat| berita lampung

Breaking

berita online| berita lampung barat| berita lampung

berita online, berita lampung barat, berita lampung, berita terupdate

test banner

via wa

Selasa, 22 Mei 2018

Begini Cerita Penulisaan Alquran Ukuran Besar Yang Tersimpan Rapi di Majlis Ta'lim Alhikmah, Cigading Kota Cilegon


Alqur%2527an%2BCilegon
Alquran berukuran besar berbeda di majlis ta'lim Alhikmah, Cigading, Kota Cilegon. Foto: Net

Kejarfakta.com- Sebuah Alquran berukuran besar tersimpan rapi di dua ruangan berbeda di majlis ta'lim Alhikmah, Cigading, Kota Cilegon. Alquran berukuran 180x150 cm dan 90x60 cm itu ditulis oleh pimpinan majlis ta'lim KH Basarudin Ali.

Tak diketahui pasti maksud dan tujuan penulisan Alquran dalam ukuran besar yang ditulus kurun waktu 1990-1991 itu. Namun, cerita di balik pembuatannya bahwa penulisannya selalu dilakukan malam hari selepas salat tahajud.

Kisah itu diceritakan adik sepupu sang penulis, Muhyidi. Saat penulisan dilakukan, Muhyidin selalu diminta untuk menemani Basarudin. Biasanya, Basarudin menyuruh santrinya untuk memanggilkan Muhyidin.

"Memang pada awalnya sempat ngobrol-ngobrol sama saya karena saya sepupu almarhum. Jadi memang benar lebih banyak waktu penulisan itu malam tapi siang pun kalau lagi ada waktu nulis juga," katanya, Selasa (22/5/2018), seperti dilansir detik.com

Keahlian seni kaligrafi KH Basarudin diakui Muhyidin punya karakteristik sendiri. Pun demikian dengan waktu penulisan itu, ayat demi ayat ditulis secara acak, tidak dimulai dari surah Alfatihah kemudian berakhir surah An-Aas.

"Jangka waktu itu penulisannya saja lebih kurangnya yang saya tahu tiga-tiganya itu 2 tahun 2 bulan 22 hari untuk tiga Alquran," tuturnya.

Mauhyidin melanjutkan, kakak sepupunya itu tidak serta merta langsung menulis, ada proses khusus seperti salat istikhoroh sebelum menulis. Hal itu dimaksudkan meminta petunjuk kepada Allah ayat atau surah apa yang mesti ditulis.

"Memang itu pada awalnya sebelum menulis itu salat tengah malem minta penjelasan dari Yang Maha Kuasa, karena nggak sekonyong-sekonyong nulis jadi istikhoroh dulu dari ayat berapa surat apa, nggak sekonyong-konyong nulis, itu ngacak," ujarnya.

Selama lebih 2 tahun itu, 3 Alquran ukuran besar mampu dirampungkan KH Basarudin, kini kitab suci umat Islam itu tersimpan rapih dengan bingkai kayu jati. Karya KH Basarudin sering kali dipinjam untuk acara-acara keagamaan seperti MTQ baik tingkat daerah maupun nasional. (Ist)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar